CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 25 Desember 2008

Christo dan Lavinia Berjaya di "Garuda Indonesia Tennis Masters"


Juara tunggal putra dan tunggal putri ajang “Garuda Indonesia Tennis Masters” akhirnya direngkuh oleh Christopher Rungkat petenis dari DKI Jakarta dan Lavinia Tananta petenis asal Jawa Tengah.

Puncak dari rangkaian lima seri bertajuk “Garuda Indonesia Tennis Series” ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 500 juta dan berkat rekor tak pernah kalah sekalipun yang dibukukan oleh Christo dan Lavinia sejak di penyisihan grup hingga final, mereka berduapun masing-masing mengantungi Rp 80 juta sebagai juara ditambah bonus Rp 20 juta karena tak pernah kalah. Disamping itu mereka berdua mendapat tiket gratis “Garuda Indonesia” rute Jakarta ke Bali pulang pergi disertai akomodasi menginap gratis di Hotel Sanur Beach selama 2 malam dan 3 hari.


Sebagai unggulan utama Ayu amat dijagokan akan keluar sebagai juara, meskipun Lavinia juga dianggap punya kans menjadi juara juga tetapi persentasinya masih sekitar 20 persen di bawah Ayu. Demikianlah perkiraan dari kebanyakan penggila tenis yang penulis mintai pendapatnya usai partai semi-final tunggal putri hari Sabtu lalu. Penulis sendiri secara pribadi sangat memfavoritkan Lavinia akan keluar sebagai pemenang partai final bergengsi itu atas dasar pengamatan penulis selama Lavinia berlaga di penyisihan grup hingga semi-final. Lavinia terlihat solid dari sisi daya serang, servis, keteguhan mental serta ketangguhan fisik. Sedangkan Ayu secara konsistensi permainan menunjukkan grafik yang menurun terutama saat dipaksa bermain 3 set oleh Grace Sari Ysidora pada babak semi-final. Ditambah data yang tak terbantahkan selama tahun 2008 ini, Lavinia unggul 2-1 atas Ayu dari catatan pertemuan pertandingan tingkat internasional. Terakhir kali Lavinia mengempaskan Ayu 6-1, 6-4 di final turnamen berhadiah total 10 ribu dolar AS yang berlangsung di Manila, Filipina pada tanggal 16 November lalu.
Itulah yang terjadi dengan Ayu di final kemarin saat melawan Lavinia, ia tampil tidak dalam permainan terbaiknya bahkan sebaliknya Lavinia tampil dengan baik sekali. Kemampuan pukulan forehand dan backhand yang setara, servis yang baik dan konsisten ditambah dengan mental yang kuat tentu saja menjadi keunggulan Lavinia dibandingkan dengan Ayu selama laga puncak tunggal putri. Sedangkan Ayu yang memang mempunyai forehand yang arahnya sering tak terduga serta kepekaan yang tinggi dalam mengantisipasi permainan lawan, terlihat kurang solid dalam mengeksekusi servis, cukup banyak membuat kesalahan sendiri, cenderung kurang tangguh mentalnya serta beberapa kali terkesan kurang fokus. Kentara sekali Lavinia cukup sering mengarahkan pukulannya ke sisi backhand Ayu, karena memang backhand petenis kelahiran Bali ini tidaklah membahayakan. Apalagi pukulan-pukulan Lavinia yang datar disertai tempo yang kadang dipercepat memang seringkali menyulitkan Ayu untuk mengembalikan dengan sempurna. Lavinia sukses menang atas Ayu dengan 6-4, 7-5.
Di final tunggal putra, aksi tarung unggulan utama Christopher Rungkat melawan unggulan delapan Nesa Arta berlangsung kurang menarik karena memang tidak berimbang. Christo benar-benar mengendalikan permainan di sepanjang pertandingan. Dengan mudahnya Christo mempecundangi Nesa dengan 6-2, 6-0.
Gelar ganda putri direbut oleh unggulan utama Ayu/Liza Andriyani setelah menundukkan unggulan empat Grace Sari Ysidora/Septi Mende dengan 6-1, 6-4. Nyata terlihat bahwa duet Ayu/Liza unggul pengalaman bermain bersama dibanding pasangan Grace/Septi yang merupakan kombinasi yunior dan senior serta baru beberapa kali tandem. Juara ganda putra diraih oleh unggulan tujuh Christo/Andrian Raturandang yang mengalahkan unggulan utama Hendri Susilo Pramono/Nesa 6-4, 7-5.
Read More…

Christo vs Nesa, Ayu vs Lavinia di Final Garuda Indonesia Tennis Masters


Kemarin penyelenggaraan “Garuda Indonesia Tennis Masters” memasuki babak semi-final di empat nomor yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda putri disamping partai-partai tunda ganda putra penyisihan grup. Ajang bergengsi dengan rekor total hadiah uang terbesar di Indonesia yakni Rp 500 juta terus berlanjut di komplek tenis Klub Eksekutif Hotel Sultan, Jakarta. Pihak penyelenggara dalam hal ini “Sportama” bisa menarik nafas lega karena cuaca cerah disertai sinar matahari yang menghangatkan suasana pertandingan kemarin.
Di semi-final tunggal putra, unggulan lima Christopher Rungkat dengan relatif mudah menyingkirkan unggulan utama Elbert Sie 6-2, 6-3.

Kemenangan Christo ini merupakan balas dendam setelah pada final “Alfamart Cup” yang baru lalu, Elbert mengalahkan Christo dengan 2-6, 7-5, 7-5. Pada partai semi-final lainnya, unggulan delapan Nesa Arta menyudahi perlawanan unggulan tiga Prima Simpatiaji dengan 6-3, 7-6(4).
Di babak empat besar tunggal putri, unggulan tiga Lavinia Tananta mengempaskan unggulan enam Sandy Gumulya 6-4, 2-0 mundur. Pada set pertama pertarungan terjadi cukup sengit karena kedua petenis baik Sandy maupun Lavinia terus mengadu pukulan-pukulan dari baseline. Sandy kemudian memilih mundur setelah merasa kurang sehat kondisi fisiknya. Di semi-final yang lain, unggulan utama Ayu Fani Damayanti menghadapi unggulan lima Grace Sari Ysidora dan Ayu dipaksa bertarung tiga set meskipun akhirnya menang 6-1, 2-6, 6-1. Set pertama menjadi milik Ayu karena ia benar-benar menguasai pertandingan dengan penempatan-penempatan bola yang sering tak terduga terutama dari sisi forehandnya. Di set kedua, Grace yang merupakan petenis termuda dalam “Garuda Indonesia Tennis Masters” berbalik mendikte lawannya yang lima tahun lebih tua setelah ia mampu menerapkan strategi serangnya dengan baik. Pada set penentuan kendali permainan mampu direbut kembali oleh Ayu yang dengan cerdik mengatur tempo dan serangan sehingga beberapa kali membuat Grace terpaksa membuat kesalahan sendiri. Secara keseluruhan pertandingan, Ayu jelas lebih unggul dalam serangan forehandnya, pengaturan serangan dan kemampuan mengantisipasi pukulan lawan. Sedangkan Grace meskipun akhirnya kalah, ia tak pelak lagi memiliki kekuatan pada servisnya, pengembalian servis yang konsisten dan tentu saja pukulan backhand yang solid.
Yang menarik di final nanti, baik Lavinia maupun Ayu sama-sama belum pernah kalah sehingga keduanya akan bertarung semaksimal mungkin guna memposisikan diri sebagai juara tak terkalahkan yang akan menerima hadiah uang dalam jumlah Rp 100 juta. Sementara itu di final, Nesa akan berupaya untuk menghadang Christo yang belum pernah kalah sekalipun agar lawannya tersebut urung menerima hadiah uang Rp 100 juta juga.
Sandy memutuskan untuk tidak berlaga pada semi-final ganda putri sehingga unggulan utama Ayu/Liza Andriyani memperoleh kemenangan tanpa bertanding dari unggulan tiga Angelique Widjaja/Sandy. Semi-final lainnya mempertemukan unggulan dua Jessy Rompies/Lavinia melawan unggulan empat Grace/Septi Mende. Untuk kedua kalinya secara berturutan duet Grace/Septi dapat menumbangkan duo Jessy/Lavinia dengan 6-2, 6-3. Pada pertemuan perdananya yang terjadi di semi-final turnamen “Alfamart Cup” belum lama berselang, duet Grace/Septi mengalahkan pasangan Jessy/Lavinia dengan 7-6(6), 6-3. Saat itu Jessy/Lavinia masih hangat dengan gelar juara yang mereka raih pada turnamen berhadiah total $ 10,000 di Manila, Filipina. Di semi-final “Garuda Indonesia Tennis Masters” duo Grace/Septi tampil padu dan bahkan Grace seringkali membuat pukulan-pukulan backhand juga forehand yang mengecoh lawan. Sementara itu Jessy seringkali terlihat melakukan pukulan-pukulan yang melebar.
Di sektor ganda putra, semi-final pertama saling berhadapan unggulan tujuh Andrian Raturandang/Christo melawan unggulan empat Aditya Hari Sasongko/Andery Setyawanto. Duet Andrian/Christo mampu memenangkan pertarungan atas lawannya dengan 7-6(5), 6-1. Sedangkan partai semi-final lainnya mempertontonkan pertarungan yang menarik dan ketat di mana akhirnya unggulan utama Hendri Susilo Pramono/Nesa menundukkan unggulan dua Prima/Sunu Wahyu Trijati dengan 6-4, 6-7(1), 6-2.
Read More…

Grace Sari Menundukkan Jessy Rompies di Garuda Indonesia Tennis Masters


Petenis termuda dalam "Garuda Indonesia Tennis Masters", Grace Sari Ysidora memantapkan lajunya dengan menembus babak semi-final. Gadis berusia 15 tahun ini dengan gigihnya berbalik menyerang guna memenangkan partai hidup mati saat akhirnya ia menjungkalkan Jessy Rompies 3-6, 6-4, 7-6(4). Sungguh sebuah pertarungan yang seru antara kedua petenis muda, sementara para penikmat tenis tetap setia menyaksikan ketika set penentuan dilanjutkan setelah ditunda akibat hujan selama hampir 3.5 jam.
Jessy belum pernah menang sekalipun selama babak penyisihan grup “Merak” dilangsungkan akibat takluk dari Liza Andriyani dan Lavinia Tananta. Selama pertandingannya melawan Grace, ia tidak terlihat sama sekali pernah mengalami kram yang dideritanya dua hari lalu tatkala ia harus menyerah dan mundur pada partai perdananya menghadapi Liza. Bahkan kemarin sulit untuk dipercaya bahwa ia dapat leluasa bergerak dengan sigapnya ke kiri dan ke kanan.

Bagi Jessy tidak kata lain harus memenangkan partai ini agar ia dapat mengantongi satu kemenangan. Pada set pembuka Jessy benar-benar pengendali pertandingan meskipun Grace tetap berusaha untuk melakukan serangan-serangan balik. Jessy yang unggul dari sisi tenaga dan servis yang keras, tak membuang waktu menutup set pertama dengan 6-3. Pada set kedua, Grace bangkit dan mampu menyuguhkan permainan aslinya serta terlihat berani menghujamkan cukup banyak pukulan mematikan dari forehand maupun backhandnya. Berkat konsistensi serangannya petenis yang belum setahun menapaki tingkat senior pro ini memenangkan set kedua dengan 6-4. Pada set penentuan Grace langsung tertinggal 1-4 dari lawannya, namun ia tak ingin menyerah begitu saja bahkan makin mempercepat tempo permainan melalui kombinasi-kombinasi serangannya hingga menyamakan kedudukan 4-4. Saat itulah hujan gerimis mulai membasahi komplek tenis Klub Ekesekutif Hotel Sultan, Jakarta dan pertandingan terpaksa ditunda.
Setelah lama menanti berhentinya hujan serta proses keringnya lapangan, Jessy dan Grace kembali bertarung dan Jessy langsung menggebrak dengan mematahkan servis Grace sehingga untuk sementara memimpin 5-4. Kontan Grace membalasnya dengan mematahkan servis Jessy dan keadaan menjadi 5-5. Mampu melakukan servis yang baik dibarengi oleh pengembalian servis yang solid, Gracepun berbalik unggul 6-5. Jessy terus bertarung dan memaksakan tie break setelah membukukan 2 kali servis as.
Pada saat tie break Grace langsung melesat 3-0 dan akhirnya menang 7-4 untuk memastikan tiket ke semi-final. Pertemuan Grace dan Jessy untuk pertama kali terjadi di tingkat senior pro. Sementara di tingkat yunior ITF, Jessy pernah dua kali menang atas Grace yaitu pada “Piala Thamrin Grade 4” dengan 6-7(4), 6-4, 6-4 dan saat berlaga di turnamen “Oneject Grade 4” juga menang dengan 6-3, 7-5, keduanya terjadi di bulan Juni tahun 2007.
Pertarungan yang cukup sengit di grup yang sama ini terjadi antara Liza Andriyani dengan Lavinia Tananta. Untuk pertama kalinya Lavinia dapat mengalahkan Liza dari lima kali pertemuan. Lavinia mampu membalikkan keadaan dan menang atas Liza 4-6, 6-2, 6-2.Di grup “Cenderawasih”, unggulan utama Ayu Fani Damayanti mengempaskan unggulan empat Angelique Widjaja 6-2, 6-1. Sedangkan unggulan enam Sandy Gumulya menang juga atas Septi Mende dengan 6-0, 6-4.Untuk tunggal putra di grup "Garuda" Prima Simpatiaji menghentikan perlawanan Elbert Sie 1-6, 6-2, 7-6(3). Keduanya yaitu Prima dan Elbert melaju ke semi-final.
Partai yang satu lagi merupakan laga dua kawan baik yaitu Surya Wijaya Budi yang menundukkan Sebastian Da Costa 6-2, 6-3. Dalam grup "Rajawali" unggulan empat Andrian Raturandang menumbangkan unggulan dua Sunu Wahyu Trijati 6-4, 6-1, sementara unggulan lima Christopher Rungkat mengalahkan unggulan delapan Nesa Arta 6-2, 6-4. Dengan demikian Christo dan Nesa lolos ke semi-final.
Read More…

Selasa, 23 Desember 2008

Grace Menumbangkan Liza di "Garuda Indonesia Tennis Masters"


Petenis termuda yang menyelinap diantara para seniornya, unggulan lima Grace Sari Ysidora membuat kejutan dengan menyudahi perlawanan unggulan dua Liza Andriyani melalui pertarungan tiga set 1-6, 6-2, 6-1. Pada pelaksanaan hari kedua “Garuda Indonesia Tennis Masters” yang masih diganggu dengan hujan gerimis mengakibatkan beberapa pertandingan terpaksa ditunda dan kemudian dilanjutkan lagi seperti halnya yang terjadi di grup “Merak” antara Liza melawan Grace saat kedudukan 5-1 bagi Grace di set penentuan dan pertarungan unggulan tiga Lavinia Tananta menghadapi unggulan delapan Jessy Rompies tatkala Jessy sementara unggul 3-2 pada set kedua.


Tampil mengenakan kostum “Adidas” dengan kombinasi warna dominan putih di bagian atas dengan rok bawah warna oranye, Grace langsung dipatahkan servisnya oleh Liza dan membuat petenis asal Tegal ini unggul 2-0 setelah kemudian ia mampu mempertahankan servisnya sendiri. Liza yang dikenal dengan pukulan-pukulan slicenya, terlihat amat menguasai set pembuka dengan membuat lawannya yang 14 tahun lebih muda darinya tak dapat mengembangkan permainan. Memang sesekali Grace terlihat dapat mengejutkan dengan beberapa pukulan backhand yang mematikan serta dilengkapi dengan pengembalian servis yang terjaga konsistensinya, namun di sepanjang set pertama ia terkesan tak tahu apa yang ia harus perbuat sehingga akhirnya banyak sekali membuang kesempatan seiring terjadinya pukulan-pukulan yang melebar. Kedua petenis sama-sama membukukan 4 winner selama set pembuka, namun akibat seringnya kesalahan sendiri yang dilakukan Grace, akhirnya Liza menyudahi set pertama dengan 6-1.Pada set kedua perlahan namun pasti Grace memperbaiki penampilannya dengan serangan-serangan yang tajam sehingga iapun terlihat mampu menghasilkan lebih banyak pukulan mematikan dari sisi backhandnya. Walaupun demikian Liza tidak begitu saja mau menyerah dan ia tetap berupaya mengimbangi serangan dari yuniornya meskipun akhirnya Liza takluk 2-6. Di set penentuan Grace makin percaya diri dengan pola permainannya sendiri yang mengandalkan servis akurat, pengembalian servis yang mengentak di mana beberapa kali membuat Liza tak dapat mengembalikannya dengan baik serta kombinasi pukulan-pukulan serang Grace ke sudut-sudut daerah lawan. Terlihat adanya satu kali backhand terobosan yang memukau dihujamkan oleh Grace dan mengecoh Liza akhirnya. Dengan cepat Grace unggul hingga 5-1 dan pada saat itulah gerimis mulai berangsur-angsur turun di komplek tenis Klub Eksekutif Hotel Sultan, Jakarta yang memaksa pertandingan ditunda.Setelah hampir 2 jam menunggu hujan reda, akhirnya set ketiga antara Liza dan Gracepun dilanjutkan pada saat kedudukan 5-1 bagi Grace. Meskipun melakukan servis pada game ke tujuh pada set terakhir ini, Grace langsung tertinggal 0-30 namun kemudian ia bangkit dengan serangan-serangannya dan berbalik memimpin 40-30. Sempat mendapatkan posisi advantage dan match point, Grace dipaksa deuce lagi oleh Liza. Akhirnya petenis berusia 15 tahun yang membela Sumatera Utara inipun menyelesaikan pertandingan yang cukup menguras fisik dan mental dengan 6-1. Di lapangan sebelahnya, partai antara Lavinia melawan Jessy dimenangkan oleh Lavinia dengan 6-2, 7-5. Pada set pertama Lavinia benar-benar mengendalikan pertarungan dengan memaksa Jessy bergerak dari kiri ke kanan dan sebaliknya dalam pola adu reli yang cukup panjang. Di set kedua Jessy sempat mengambil alih keunggulan sementara 3-2 saat pertandingan dhentikan karena hujan gerimis. Ketika dilanjutkan lagi, Lavinia langsung mampu menyamakan menjadi 3-3 bahkan Jessy terus melancarkan serangannya hingga sempat memimpin 5-3. Pada momen inilah titik balik Lavinia kembali pada kendali permainannya dan dengan keuletannya Lavinia menuntaskan perlawanan Jessy dengan 7-5. Atas hasil ini Lavinia sudah mengamankan tiket ke babak semi-final berkat dua kali kemenangan. Di grup “Cenderawasih” unggulan utama Ayu Fani Damyanti juga memastikan lajunya ke semi-final setelah menundukkan unggulan enam Sandy Gumulya dengan 7-5, 6-1. Saat pertandingan Sandy sempat meminta perawatan pada bagian perutnya dan kemudian melanjutkan permainan. Meskipun kalah Sandy tetap berpeluang menyertai Ayu ke semi-final, mengingat lawan terakhir Sandy dalam penyisihan grup adalah Septi Mende yang di atas kertas tidak akan menyulitkan Sandy. Pada partai lainnya, Angelique “Angie” Widjaja membuka kesempatan ke semi-final dengan meraih kemenangan atas Septi Mende 6-3, 6-4. Di laga terakhir grup ini, Angie akan menantang Ayu.Di sektor tunggal putra, unggulan utama Elbert Sie melangkah ke semi-final dan tinggal bertanding sekali lagi menghadapi unggulan tiga Prima Simpatiaji guna menentukan urutan 1 dan 2 di grup “Garuda”. Dalam laga kemarin, Elbert mengempaskan unggulan enam Sebastian Da Costa dengan 6-2, 6-0. Lalu Prima menundukkan unggulan tujuh Surya Wijaya Budi dengan 6-2, 6-1.Di grup “Rajawali” unggulan lima Christopher Rungkat dengan mudah mempecundangi unggulan dua Sunu Wahyu Trijati dengan 6-1, 6-0. Pertarungan cukup menarik terjadi antara unggulan delapan melawan unggulan empat Andrian Raturandang. Set pertama dimenangkan oleh Nesa Arta dengan 6-1 melalui reli-reli yang panjang. Di set kedua Andrian mampu memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya Nesa dapat menutup set kedua dengan 7-5. Dengan hasil-hasil tersebut Christo dan Nesa telah aman posisinya ke semi-final dan hari ini mereka akan berhadapan hanya untuk memastikan urutan 1 dan 2 di grup. Akibat hujan yang tak kunjung berhenti hingga malam tiba, partai-partai ganda putra yang sempat dimainkan akhirnya ditunda hingga sore hari ini. Kemudian dilanjutkan dengan semi-final ganda putri.
Read More…

Sunu dan Angie Kalah di Laga Perdana "Garuda Indonesia Tennis Masters"



Hari pertama “Garuda Indonesia Tennis Masters” sempat terganggu dengan turunnya hujan rintik-rintik yang kemudian berkembang menjadi agak sedikit deras sehingga sempat membuat beberapa pertandingan terpaksa ditunda beberapa kali. Cuaca yang kurang bersahabat ini tidak mengurangi serunya beberapa partai yang dijadwalkan kemarin di lapangan tenis Klub Eksekutif Hotel Sultan, Jakarta.
Kejutan terjadi pada babak penyisihan grup Rajawali dengan takluknya unggulan dua Sunu Wahyu Trijati dari unggulan delapan Nesa Arta dengan 6-7(3), 2-6. Di set pembuka pertarungan berlangsung cukup sengit dan menarik, namun di set kedua tampak Nesa makin menguasai permainan dan membuat Sunu tidak bisa berlaga optimal serta ditambah dengan kondisi fisik petenis asal Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut yang kurang prima. Di laga lain dalam grup yang sama, unggulan lima Christopher Rungkat memperlihatkan kelasnya dengan ciri khas permainan yang agresif dari baseline.
Lawannya unggulan empat Andrian Raturandang sudah berjuang keras untuk mengimbangi serangan Christo dengan mengkombinasikan pukulan-pukulan slicenya saat merasa terdesak, namun Christo tak memberikan ruang pada senior sekaligus partner gandanya agar dapat mengembangkan gaya permainannya sendiri. Akhirnya Christo memukul Andrian dengan telak 6-0, 6-0.Di grup Garuda, unggulan utama Elbert Sie meski mendapat perlawanan yang cukup gigih dari unggulan tujuh Surya Wijaya Budi, namun berkat ketenangan dan kecermatan Elbert dalam situasi-situasi yang menentukan akhirnya pertarungan ini diselesaikan oleh Elbert dengan kemenangan 6-3, 6-4. Aksi yang lain antara unggulan tiga Prima Simpatiaji melawan unggulan enam Sebastian Da Costa, dengan relatif mudah dimenangkan oleh Prima 6-2, 6-2.Partai tunggal putri grup Cenderawasih yang paling banyak menyita perhatian penonton adalah duel antara unggulan empat Angelique Widjaja menghadapi unggulan enam Sandy Gumulya. Pertarungan mantan petenis nomor satu Indonesia melawan pemilik nomor satu Indonesia dewasa ini berlangsung menarik di mana kedua petenis saling melakukan adu pukulan dari garis belakang. Perolehan gamepun saling menyusul satu sama lain dan kunci kemenangan Sandy adalah kondisi fisik yang baik, keteguhan mental dan keuletannya dalam mengembalikan tembakan-tembakan Angie. Tampak Sandy dengan baik mampu memaksa Angie untuk akhirnya membuat kesalahan sendiri yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kentara sekali bahwa kebugaran fisik Angie masih perlu ditingkatkan guna mengembalikan tingkat permainan yang sesungguhnya minimal seperti pada tahun 2004. Sandy berhasil melakukan revans dengan kemenangan 6-4, 6-3 atas Angie. Di tahun 2006 pada turnamen yang berhadiah total 25 ribu dolar AS di Changsha, China saat itu Angie menundukkan Sandy dengan 7-5, 7-5. Hasil kemenangan Sandy tidak mengherankan karena hingga akhir musim 2008 ini, ia sudah berlaga dalam 15 turnamen dari mulai yang berhadiah total 10 ribu dolar AS hingga turnamen tier 3 di Bali. Sedangkan bagi Angie, kekalahan kemarin merupakan pertandingannya yang kesepuluh hanya dalam rentang waktu dua bulan terakhir ini, disamping minimnya frekuensi Angie untuk berlatih secara rutin.Partai lain di grup yang sama dimenangkan oleh unggulan utama Ayu Fani Damayanti dengan mengempaskan unggulan tujuh Septi Mende 6-1, 6-1. Kemudian di grup Merak unggulan tiga Lavinia Tananta masih terlalu tangguh bagi unggulan lima Grace Sari Ysidora dan menang 6-4, 6-1. Di hampir sepanjang pertandingan, Lavinia berhasil mengendalikan permainan meskipun petenis yunior Grace senantiasa berupaya memberikan perlawanan sekuatnya. Partai lain dari grup Merak berlangsung lebih dari 2 jam dan menjadi episode drama antara unggulan dua Liza Andriyani melawan unggulan delapan Jessy Rompies. Berkat konsistensi permainan menyerangnya di set pertama, Jessy mampu menutupnya dengan 6-1. Pada set kedua pertarungan berlangsung makin ketat dengan melibatkan reli-reli panjang yang melelahkan kedua petenis. Sempat unggul 5-2, Liza terlihat sedikit mengendurkan permainannya sehingga Jessy mengambil kesempatan memperpendek jarak perolehan game menjadi 4-5. Bersikap tenang dan sabar meladeni pukulan-pukulan keras bertenaga lawannya, Lizapun sanggup menyelesaikan set kedua dengan 6-4. Pada set ketiga kemenangan sudah di depan mata tatkala Jessy memimpin 5-2 dan dramapun terjadi karena Jessy mengalami kram pada bagian pinggul kirinya. Iapun kemudian membuat keputusan untuk menerima perawatan medis. Dalam keadaan seperti itu Liza dapat memanfaatkan kondisi fisik lawannya yang menurun secara signifikan dan bahkan mendekat hingga 4-5. Dramapun berlanjut manakala Jessy lagi-lagi mengalami kram pada paha kanannya dan memaksanya untuk meminta perawatan medis lagi. Memakan waktu lebih lama guna menerima pengobatan, jelas terlihat Jessy amat merasa kesakitan dan tampak tertatih-tatih saat memutuskan kembali melanjutkan permainan. Tak pelak Liza melakukan pengembalian bola yang memaksa Jessy untuk bergerak ekstra ke kiri atau ke kanan dan celakanya petenis muda yang potensial ini tak kuasa lagi untuk bertarung dan memberikan sinyal kepada pimpinan pertandingan untuk menyerah, sementara ia masih unggul 5-4.Sektor ganda putra di grup Elang, unggulan utama Hendri Susilo Pramono/Nesa Arta cukup mendapatkan perlawanan alot dari unggulan delapan Elbert Sie/Ryan Tanujoyo tapi pada saat-saat yang dibutuhkan duet Hendri/Nesa tampil solid sehingga akhirnya menang 7-5, 7-6(5). Sementara di grup yang sama, unggulan empat Aditya Harry Sasongko/Andery Setyawanto tak mengalami kesulitan mempecundangi unggulan enam Edy Kusdaryanto/Ferdy Fauzi dengan 6-2, 6-1. Di grup Kasuari, unggulan tiga Sebastian Da Costa/Surya Wijaya Budi menundukkan unggulan limaDavid Agung Susanto/Faisal Aidil 7-5, 6-3. Sedangkan unggulan tujuh Andrian Raturandang/Christopher Rungkat mengalahkan unggulan dua Prima Simpatiaji/Sunu Wahyu Trijati dengan 6-3, 7-6(4).
Read More…

Selasa, 16 Desember 2008

Hari Pertama Turnamen "Garuda Indonesia Tennis Masters " Terjadi Kejutan

Hari pertama “Garuda Indonesia Tennis Masters” sempat terganggu dengan turunnya hujan rintik-rintik yang kemudian berkembang menjadi agak sedikit deras sehingga sempat membuat beberapa pertandingan terpaksa ditunda beberapa kali. Cuaca yang kurang bersahabat ini tidak mengurangi serunya beberapa partai yang dijadwalkan kemarin di lapangan tenis Klub Eksekutif Hotel Sultan, Jakarta.


Kejutan terjadi pada babak penyisihan grup Rajawali dengan takluknya unggulan dua Sunu Wahyu Trijati dari unggulan delapan Nesa Arta dengan 6-7(3), 2-6. Di set pembuka pertarungan berlangsung cukup sengit dan menarik, namun di set kedua tampak Nesa makin menguasai permainan dan membuat Sunu tidak bisa berlaga optimal serta ditambah dengan kondisi fisik petenis asal Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut yang kurang prima. Di laga lain dalam grup yang sama, unggulan lima Christopher Rungkat memperlihatkan kelasnya dengan ciri khas permainan yang agresif dari baseline. Lawannya unggulan empat Andrian Raturandang sudah berjuang keras untuk mengimbangi serangan Christo dengan mengkombinasikan pukulan-pukulan slicenya saat merasa terdesak, namun Christo tak memberikan ruang pada senior sekaligus partner gandanya agar dapat mengembangkan gaya permainannya sendiri. Akhirnya Christo memukul Andrian dengan telak 6-0, 6-0.Di grup Garuda, unggulan utama Elbert Sie meski mendapat perlawanan yang cukup gigih dari unggulan tujuh Surya Wijaya Budi, namun berkat ketenangan dan kecermatan Elbert dalam situasi-situasi yang menentukan akhirnya pertarungan ini diselesaikan oleh Elbert dengan kemenangan 6-3, 6-4. Aksi yang lain antara unggulan tiga Prima Simpatiaji melawan unggulan enam Sebastian Da Costa, dengan relatif mudah dimenangkan oleh Prima 6-2, 6-2.Partai tunggal putri grup Cenderawasih yang paling banyak menyita perhatian penonton adalah duel antara unggulan empat Angelique Widjaja menghadapi unggulan enam Sandy Gumulya. Pertarungan mantan petenis nomor satu Indonesia melawan pemilik nomor satu Indonesia dewasa ini berlangsung menarik di mana kedua petenis saling melakukan adu pukulan dari garis belakang. Perolehan gamepun saling menyusul satu sama lain dan kunci kemenangan Sandy adalah kondisi fisik yang baik, keteguhan mental dan keuletannya dalam mengembalikan tembakan-tembakan Angie. Tampak Sandy dengan baik mampu memaksa Angie untuk akhirnya membuat kesalahan sendiri yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kentara sekali bahwa kebugaran fisik Angie masih perlu ditingkatkan guna mengembalikan tingkat permainan yang sesungguhnya minimal seperti pada tahun 2004. Sandy berhasil melakukan revans dengan kemenangan 6-4, 6-3 atas Angie. Di tahun 2006 pada turnamen yang berhadiah total 25 ribu dolar AS di Changsha, China saat itu Angie menundukkan Sandy dengan 7-5, 7-5. Hasil kemenangan Sandy tidak mengherankan karena hingga akhir musim 2008 ini, ia sudah berlaga dalam 15 turnamen dari mulai yang berhadiah total 10 ribu dolar AS hingga turnamen tier 3 di Bali. Sedangkan bagi Angie, kekalahan kemarin merupakan pertandingannya yang kesepuluh hanya dalam rentang waktu dua bulan terakhir ini, disamping minimnya frekuensi Angie untuk berlatih secara rutin.Partai lain di grup yang sama dimenangkan oleh unggulan utama Ayu Fani Damayanti dengan mengempaskan unggulan tujuh Septi Mende 6-1, 6-1. Kemudian di grup Merak unggulan tiga Lavinia Tananta masih terlalu tangguh bagi unggulan lima Grace Sari Ysidora dan menang 6-4, 6-1. Di hampir sepanjang pertandingan, Lavinia berhasil mengendalikan permainan meskipun petenis yunior Grace senantiasa berupaya memberikan perlawanan sekuatnya. Partai lain dari grup Merak berlangsung lebih dari 2 jam dan menjadi episode drama antara unggulan dua Liza Andriyani melawan unggulan delapan Jessy Rompies. Berkat konsistensi permainan menyerangnya di set pertama, Jessy mampu menutupnya dengan 6-1. Pada set kedua pertarungan berlangsung makin ketat dengan melibatkan reli-reli panjang yang melelahkan kedua petenis. Sempat unggul 5-2, Liza terlihat sedikit mengendurkan permainannya sehingga Jessy mengambil kesempatan memperpendek jarak perolehan game menjadi 4-5. Bersikap tenang dan sabar meladeni pukulan-pukulan keras bertenaga lawannya, Lizapun sanggup menyelesaikan set kedua dengan 6-4. Pada set ketiga kemenangan sudah di depan mata tatkala Jessy memimpin 5-2 dan dramapun terjadi karena Jessy mengalami kram pada bagian pinggul kirinya. Iapun kemudian membuat keputusan untuk menerima perawatan medis. Dalam keadaan seperti itu Liza dapat memanfaatkan kondisi fisik lawannya yang menurun secara signifikan dan bahkan mendekat hingga 4-5. Dramapun berlanjut manakala Jessy lagi-lagi mengalami kram pada paha kanannya dan memaksanya untuk meminta perawatan medis lagi. Memakan waktu lebih lama guna menerima pengobatan, jelas terlihat Jessy amat merasa kesakitan dan tampak tertatih-tatih saat memutuskan kembali melanjutkan permainan. Tak pelak Liza melakukan pengembalian bola yang memaksa Jessy untuk bergerak ekstra ke kiri atau ke kanan dan celakanya petenis muda yang potensial ini tak kuasa lagi untuk bertarung dan memberikan sinyal kepada pimpinan pertandingan untuk menyerah, sementara ia masih unggul 5-4.Sektor ganda putra di grup Elang, unggulan utama Hendri Susilo Pramono/Nesa Arta cukup mendapatkan perlawanan alot dari unggulan delapan Elbert Sie/Ryan Tanujoyo tapi pada saat-saat yang dibutuhkan duet Hendri/Nesa tampil solid sehingga akhirnya menang 7-5, 7-6(5). Sementara di grup yang sama, unggulan empat Aditya Harry Sasongko/Andery Setyawanto tak mengalami kesulitan mempecundangi unggulan enam Edy Kusdaryanto/Ferdy Fauzi dengan 6-2, 6-1. Di grup Kasuari, unggulan tiga Sebastian Da Costa/Surya Wijaya Budi menundukkan unggulan limaDavid Agung Susanto/Faisal Aidil 7-5, 6-3. Sedangkan unggulan tujuh Andrian Raturandang/Christopher Rungkat mengalahkan unggulan dua Prima Simpatiaji/Sunu Wahyu Trijati dengan 6-3, 7-6(4).
Read More…

"Garuda Indonesia Tennis Masters" Digelar


Ajang paling bergengsi “Garuda Indonesia Tennis Masters” berhadiah total Rp 500 juta secara resmi akan digelar mulai tanggal 10 hingga 14 Desember 2008 di Komplek Tenis Klub Eksekutif Hotel Sultan, Jakarta.

“Garuda Indonesia Tennis Masters” mencetak sejarah baru sebagai ajang tenis nasional yang menyediakan hadiah terbesar dan merupakan puncak dari 5 seri rangkaian “Garuda Indonesia Tennis Series” yang diprakarsai dan dikelola oleh “Sportama” berjabat erat dengan sponsor utama maskapai penerbangan nasional “Garuda Indonesia”. Kelima seri tsb telah digelar dan berlangsung dengan sukses mulai dari “Sportama Championships” di Jakarta, lalu turnamen “Oke Shop” di Surabaya, disambung dengan “Rizal Mallarangeng Cup” di Jakarta, kemudian turnamen “BTPN Cup” di Solo hingga dipungkasi dengan turnamen “Alfamart Cup” di Jakarta yang paripurna pada tanggal 30 November lalu. Tiap seri memberikan total hadiah sebesar Rp 150 juta.

Tadi malam diadakan “drawing ceremony” yang dilanjutkan dengan “Welcome Party” bertempat di Ruang Libra, Klub Eksekutif Hotel Sultan, Jakarta. Pada kedua acara tersebut di atas tampak hadir Direktur Utama “Garuda Indonesia” selaku sponsor utama, Bapak Emirsyah Satar, lalu Ketua Umum PP Pelti Ibu Martina Widjaja yang juga didampingi oleh putrinya Shinta Widjaja. Tampak hadir pula Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti, Bapak Johanes Susanto dan salah satu pengurus lainnya, Bapak Christian Budiman. Tentu saja Komisaris Utama “Sportama” Bapak Glenn Sugita bisa dikatakan menjadi tuan rumah pada acara penting semalam didampingi oleh Direktur Turnamen, Bapak Teddy Tanjung yang kemudian memegang kendali “drawing ceremony” bersama Referee Bapak Akhyar Matra. Semua petenis yang tampil dalam “Garuda Indonesia Tennis Masters” terlihat hadir dan beberapa diantaranya disertai oleh orang tua mereka. Sudah pasti kehadiran para reporter dari berbagai media cetak, elektronik dan situs internet turut meliput ibaratnya “hidangan pembuka” ajang nan prestisius ini.“Drawing ceremony” secara otomatis memisahkan pimpinan klasemen akhir nomor satu dan nomor dua dalam grup yang berbeda baik di nomor tunggal putra, tunggal putri maupun ganda putra. Bagi urutan selanjutnya dilakukan pengundian dan hasil “drawing ceremony”-nya adalah sebagai berikut. Tunggal putra dibagi menjadi grup Garuda dan grup Rajawali. Grup Garuda bermaterikan Elbert Sie sebagai unggulan utama, unggulan tiga Prima Simpatiaji, unggulan enam Sebastian Da Costa dan unggulan tujuh Surya Wijaya Budi. Sementara itu grup Rajawali terdiri dari unggulan dua Sunu Wahyu Trijati, unggulan empat Andrian Raturandang, unggulan lima Christopher Rungkat serta unggulan delapan Nesa Arta.Sektor tunggal putri terbagi atas grup Cenderawasih dan grup Merak. Grup Cenderawasih dihuni oleh unggulan utama Ayu Fani Damayanti, unggulan empat Angelique Widjaja, unggulan enam Sandy Gumulya dan unggulan tujuh Septi Nindya Yutami Mende. Sedangkan grup Merak terdapat unggulan dua Liza Andriyani, unggulan tiga Lavinia Tananta, unggulan lima sekaligus peserta termuda Grace Sari Ysidora dan unggulan delapan Jessy Rompies.Nomor ganda putra dipisahkan menjadi grup Elang dan grup Kasuari. Grup Elang terdiri dari unggulan utama Hendri Susilo Pramono/Nesa Arta, unggulan empat Aditya Hari Sasongko/Andery Setyawanto , unggulan enam Edy Kusdaryanto/Ferdy Fauzi dan unggulan delapan Elbert Sie/Ryan Tanujoyo. Di pihak lain, grup Kasuari bermaterikan unggulan dua Prima Simpatiaji/Sunu Wahyu Trijati, unggulan tiga Sebastian Da Costa/Surya Wijaya Budi, unggulan lima David Agung Susanto/Faisal Aidil serta unggulan tujuh Andrian Raturandang/Christopher Rungkat. Pada ketiga nomor tersebut di atas, setiap grup mengaplikasikan sistim “round-robin” dan babak semi-final akan diberlakukan pertandingan silang antara juara grup lawan runner-up grup yang lain dan sebaliknya. Hanya sektor ganda putri yang menggunakan sistim gugur atau langsung semi-final karena diisi oleh 4 pasang saja. Adapun hasil undiannya adalah unggulan utama Ayu Fani Damayanti/Liza Andriyani menghadapi unggulan tiga Angelique Widjaja/Sandy Gumulya, kemudian unggulan dua Lavinia Tananta/Jessy Rompies melawan unggulan empat Grace Sari Ysidora/Septi Nindya Yutami Mende.Hari ini (10/12/2008) partai pertama yang digelar adalah empat pertandingan tunggal putra yang dimulai pada pukul 10.00 WIB meliputi: Elbert Sie vs Surya Wijaya Budi, Prima Simpatiaji vs Sebastian Da Costa, Sunu Wahyu Trijati vs Nesa Arta, Andrian Raturandang vs Christopher Rungkat. Partai kedua yang tidak akan dimulai hingga sebelum pukul 11.30 WIB, akan mempertontonkan empat laga tunggal putri yang terdiri dari: Ayu Fani Damayanti vs Septi Nindya Yutami Mende, Angelique Widjaja vs Sandy Gumulya, Lavinia Tananta vs Grace Sari Ysidora, Liza Andriyani vs Jessy Rompies. Partai ketiga atau terakhir akan menyajikan empat pertarungan ganda putra.Suasana bertambah hangat ketika “Welcome Party” berlangsung manakala Direktur Utama “Garuda Indonesia” Bapak Emirsyah Satar memberikan kata sambutan dan menjamin komitmen perusahaan besar yang ia pimpin akan terus mensponsori turnamen-turnamen ke depan yang dikelola oleh “Sportama”. Sudah menjadi pilihan “Garuda Indonesia” untuk mendukung tenis dari beberapa cabang olahraga yang ada sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kemajuan olahraga nasional. Bapak Emirsyah menambahkan bahwa komitmen dan kepedulian ini dalam rangka untuk mengembalikan kejayaan tenis Indonesia di peta tenis dunia.Para petenis putri tampak santai sekaligus ceria saat mereka diminta untuk menyanyi di atas panggung. Grup Cenderawasih dengan dimotori oleh Septi melantunkan lagu milik biduan muda Afgan yaitu “Terima kasih cinta” diikuti oleh Angie, Sandy dan Ayu. Kemudian giliran grup Merak yang dikomandani oleh Lavinia mendendangkan lagu “Laskar Pelangi” ditemani oleh Liza, Grace dan Jessy. Mulai hari ini pertarungan sengit dan menarik sungguh dinanti para penggila tenis tanah air. Selamat bertanding!
Read More…